Sabtu, 12 November 2011

BIOLOGI(Sistem Pencernaan)

Kita memerlukan energi untuk melakukan aktivitas. Energi tersebut berasal
dari bahan makanan yang dicerna oleh tubuh. Bagian tubuh yang berfungsi
mencerna bahan makanan disebut sistem pencernaan. Sistem pencernaan terdiri
atas beberapa organ dan saluran pencernaan.
Secara umum proses pencernaan adalah terdiri atas dua jenis, yaitu proses
mekanis dan proses kimiawi.
1. Proses Mekanis
Pencernaan secara mekanis dilakukan melalui gerakan-gerakan seperti
mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan.
Fungsi pencernaan mekanis adalah mengubah ukuran makanan menjadi
lebih kecil sehingga mudah dicerna. Fungsi proses mekanis lainnya seperti
memompa dan mendorong makanan adalah untuk memindahkan makanan
dari saluran cerna satu ke saluran cerna berikutnya. Gerakan makanan pada
organ pencernaan mulai dari kerongkongan,
lambung sampai usus adalah gerak
peristaltik. Gerak peristaltik berupa gerak
mengkerut untuk mendorong atau memompa
makanan dan gerakan mengembang
untuk menerima makanan dari posisi
saluran sebelumnya.
2. Proses Kimiawi
Makanan diproses secara kimiawi di
dalam sistem pencernaan menggunakan
bahan kimia yang dihasilkan oleh saluran
cerna yang disebut enzim. Enzim adalah
suatu protein yang mempunyai kerja
mempercepat terjadinya reaksi kimia.
Dengan bantuan enzim, bahan makanan
dicerna menjadi bahan lain yang lebih
sederhana dan mudah diserap oleh tubuh
untuk selanjutnya menjadi sari makanan
yang akan diedarkan oleh darah ke seluruh
tubuh.

1. Mulut
Mulut merupakan salah satu organ pencernaan yang pertama kali bekerja
melakukan pencernaan makanan. Di dalam mulut, makanan akan dicerna
secara sadar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Bagian-bagian yang
terdapat di dalam organ mulut adalah gigi, lidah, kelenjar ludah, dan lain
sebagainya.
Di dalam mulut terjadi proses pencernaan mekanis dan kimiawi sebagai
berikut.
a. Proses mekanis
Proses pencernaan secara mekanis di dalam mulut dilakukan
melalui gerakan-gerakan mengunyah, menghancurkan, dan menelan
makanan. Fungsi mengunyah tersebut bertujuan mengubah makanan
menjadi berukuran lebih kecil sehingga mudah dicerna. Sedangkan fungsi
menelan adalah mendorong makanan supaya masuk ke dalam saluran
selanjutnya, yaitu kerongkongan.
b. Proses kimiawi
Proses pencernaan kimiawi di dalam mulut dilakukan oleh enzim
ludah. Ludah dikeluarkan oleh lkelenjar ludah yang berfungsi untuk
membantu pencernaan makanan.
1) Enzim maltase atau ptialin
Enzim ini berfungsi untuk mencerna makanan yang mengandung
karbohidrat yang disebut pati (amilum) menjadi gula sederhana yang
disebut maltosa.
2) Air
Air berfungsi untuk membasahi makanan supaya mudah dicerna.
3) Enzim lisosom
Enzim ini berfungsi sebagai antibakteri karena bersifat asam.
4) Lendir
Lendir pada ludah berfungsi untuk menggumpalkan makanan
supaya lebih mudah ditelan.
5) Aminoglobulin
Merupakan zat semacam putih telur. Aminoglobulin berfungsi
untuk menetralkan makanan yang bersifat asam.
6) Garam-garam
2. Lidah
Lidah merupakan organ yang terdapat di
dalam mulut. Salah satu fungsi lidah adalah
untuk merasakan makanan. Pada lidah terdapat
ujung saraf pengecap yang disebut sebagai
papila lidah. Papila dapat menerima rangsang
rasa manis, asin, pahit, dan asam. Salah satu
manfaat papila pengecap adalah supaya
kegiatan makan menjadi menyenangkan karena
ada rasa nikmat dalam mengecap makanan.
Coba perhatikan lidah kamu! Bintil-bintil kecil
pada lidah itulah yang disebut sebagai papila
lidah.

a. Papila lidah perasa manis terdapat pada ujung lidah sampai ke tepi lidah
bagian ujung (depan).
b. Pada bagian agak tengah terdapat sekumpulan papila lidah untuk
merasakan asin.
c. Bagian tepi lidah tengah digunakan untuk merasakan asam.
d. Pada bagian pangkal lidah yang berbatasan dengan kerongkongan
terdapat papila lidah yang merasakan pahit. Oleh karena itu, apabila kamu
menelan makanan yang pahit akan sangat terasa di bagian ini (depan
kerongkongan).
e. Papila-papila lidah terutama bagian tengah sampai depan sangat peka
terhadap rasa pedas.3. Kerongkongan
Makanan yang telah dicerna dengan baik pada rongga
mulut, selanjutnya akan ditelan dan masuk ke dalam
oesophagus atau kerongkongan. Pada batas antara rongga
mulut dengan kerongkongan ini terdapat cabang antara
saluran yang menuju kerongkongan dengan saluran
pernapasan (tenggorokan). Apabila kamu makan secara
tidak hati-hati maka makanan dapat masuk ke dalam rongga
napas yang mengakibatkan tersedak. Kerongkongan sering
disebut sebagai jembatan antara rongga luar pencernaan
(mulut) dengan saluran pencernaan dalam.


4. Lambung
Lambung merupakan saluran cerna berikutnya setelah makanan
melewati kerongkongan. Lambung berbentuk menyerupai kantong yang
memiliki dinding tebal. Sebelah dalam lambung dilapisi oleh epithelium.
Epithelium mengandung kelenjar-kelenjar pencernaan.
Kelenjar pencernaan pada lambung menghasilkan suatu senyawa
asam yang sering disebut sebagai getah lambung. Getah lambung
sebagaimana ludah, berfungsi untuk mencerna makanan. Pencernaan
makanan mulai dari lambung ini dilakukan secara tidak sadar oleh tubuh.
Getah lambung mempunyai kandungan senyawa-senyawa berikut.
a. HCl
HCl atau asam klorida adalah senyawa yang bersifat asam. Kadar
HCl dalam getah lambung adalah 0,5 % dari total getah lambung. HCl
berfungsi sebagai disinfektan atau pembunuh kuman dan mengubah
pepsinogen menjadi pepsin. HCl juga merangsang usus, hati, dan
pankreas untuk mencerna makanan. Pepsin yang dihasilkan dari
pemecahan pepsinogen akan mencerna protein menjadi protein yang
lebih sederhana (albuminosa dan pepton).
b. Enzim lipase
Enzim lipase berfungsi untuk mencerna lemak.
c. Hormon gastrin
Hormon gastrin berfungsi mengaktifkan kelenjar-kelenjar pada
lambung untuk mengeluarkan getah lambung.
Pencernaan pada lambung terjadi melalui proses mekanis dan kimiawi
sebagai berikut.
a. Proses mekanik
Ketika lambung mencerna makanan secara mekanis, otot lambung
akan mengerut dan mengembang dengan gerakan seperti meremas
untuk mencampur makanan dengan getah lambung.
b. Proses kimiawi
Proses kimiawi yang terjadi di dalam lambung dilakukan oleh getah
lambung.

Selanjutnya makanan yang sudah dicerna oleh lambung berupa bubur
halus yang disebut kimus akan meninggalkan lambung menuju usus halus.
5. Usus Halus
Usus halus (intestinum) terdiri atas 3 bagian, yaitu usus 12 jari
(duodenum), jejenum, dan ileum.
a. Usus 12 jari (duodenum)
Usus 12 jari terletak paling dekat dengan lambung. Disebut dengan
istilah 12 jari karena panjangnya kurang lebih 12 kali ruas jari. Sebelum
memasuki usus 12 jari, setelah makanan dicerna oleh lambung, makanan
akan melalui jalan keluar lambung menuju usus 12 jari yang berbentuk
kleb yang disebut pylorik. Pylorik ini berfungsi untuk mengatur jalan
masuknya makanan menuju usus 12 jari.
b. Jejenum
Setelah makanan melewati usus 12 jari, makanan akan masuk ke
dalam saluran intestinum berikutnya, yaitu jejenum atau disebut juga
intestinum bagian tengah.
c. Ileum
Ileum merupakan bagian paling akhir dari intestinum.
Dinding dalam usus halus dilapisi oleh bermiliar-miliar
tonjolan mikroskopis menyerupai jari. Tonjolan ini disebut
villi. Kelenjar pada usus halus menghasilkan getah cerna
yang akan mencerna makanan yang masuk ke dalam usus
halus dan menyaring bagian yang dapat melewati villi dan
mengandung air. Bagian yang diserap usus melalui villi
berupa sari makanan yang masuk ke dalam pembuluh darah
untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. Zat sisa
pencernaan makanan akan dikeluarkan oleh tubuh melalui
rektum atau usus besar kemudian keluar ke anus menjadi
feses atau tinja.
Proses pencernaan pada usus halus hampir sebagian
besar dilakukan secara kimiawi. Adapun getah usus halus
tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Enterokinase
Enterokinase merupakan enzim yang mengubah tripsinogen menjadi
tripsin.
b. Erepsin
Enzim erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
c. Maltase
Maltase pada usus halus berperan mengubah maltosa menjadi
glukosa.
Usus Halus
Gambar 4.6 Intestinum dan bagian-bagiannya
Duodenum
Jejenum
Ileum
Sistem Pencernaan Ilmu Pengetahuan Alam VIII 35
d. Lipase
Enzim lipase pada usus halus akan mengubah lemak menjadi asam
lemak dan gliserol.
e. Sekretin
Sekretin merupakan hormon pada usus halus yang akan merangsang
sekresi enzim-enzim pada usus halus.
6. Usus Besar (Rektum)
Usus besar (rektum) merupakan saluran pembuangan sisa makanan
menuju lubang pengeluaran (anus). Usus besar memiliki bagian yang disebut
usus buntu. Usus buntu fungsinya belum begitu jelas. Adapun usus besar
merupakan tempat menampung sisa makanan yang sudah tidak dapat
dicerna lagi. Di dalam usus besar tidak terdapat enzim-enzim. Pada bagian
ini proses pencernaan sudah tidak terjadi lagi. Usus besar hanyalah sebagai
jalan keluar serta tempat menampung tinja. Selanjutnya tinja dikeluarkan
melalui anus.
7. Organ-organ Lain pada Pencernaan
a. Hepar (hati)
Hepar merupakan kelenjar terbesar dan terpenting dalam tubuh.
Hepar terletak di dalam rongga perut sebelah kanan, terdiri atas 2 bagian
(lobus) yang besar. Fungsi hepar antara lain sebagai berikut.
1) Menyimpan zat-zat makanan seperti vitamin, lemak, dan glukogen.
2) Mengatur suhu tubuh.
3) Mengatur distribusi makanan.
4) Menyimpan darah.
5) Menghasilkan empedu. Empedu ini berfungsi mengemulsikan zat
lemak dan memengaruhi penyerapan vitamin K oleh usus.
6) Menyaring zat-zat racun, termasuk membantu metabolisme obat.
Oleh karena itu, makanan yang mengandung racun, seperti alkohol,
akan dapat merusak fungsi hati atau hepar karena semua racun
dan obat-obatan pasti melewati hepar.
b. Pankreas
Pankreas terletak di dalam rongga perut bagian belakang, bentuknya
memanjang dan menghasilkan getah-getah pankreas. Pankreas juga
mempunyai salah satu fungsi utama mengatur kadar gula dalam darah.
Di dalam pankreas terdapat kelenjar insulin yang menghasilkan hormon
insulin. Fungsi hormon insulin adalah mengubah gula darah yang disebut
glukosa menjadi gula lain bernama glikogen. Glikogen ini disebut juga
sebagai gula otot. Pengubahan glukosa menjadi glikogen mengakibatkan
kadar glukosa darah menjadi stabil. Pada penyakit diabetes atau kencing
manis, kadar gula darah menjadi berlebih dan akibatnya tubuh kurang
sehat.
Hepar
Pankreas

Getah yang terdapat di dalam pankreas adalah sebagai berikut.
1) Tripsinogen
2) Enterokinase
Enterokinase akan mengubah tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin
selanjutnya akan mengubah amilum menjadi maltosa.
3) Lipase
Lipase berperan mengubah lemak menjadi asam lemak dan
gliserol.
4) NaHCO3
Asam natrium karbonat yang terkandung di dalam getah
pankreas memberi sifat asam pada lemak dan berperan membantu
enzim lipase mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...