Selasa, 25 September 2012

Membuat Cerpen Berdasarkan Pengalaman


“Perjuangan Hidup”

Zitra adalah siswa SMP kelas 9 , ia tinggal bersama kedua orang tua nya dirumah kontrakan yang amat sederhana.Ayahnya bekerja sebagai pegawai pabrik sedangkan ibunya hanya bisa diam dirumah dengan keadaan yang menderita karena ia mengidap penyakit kanker dan lumpuh.Meskipun,Zitra hidup dengan keadan yang pas-pasan ia tetap bersemangat dalam menjalaninya.
Seperti biasanya,Zitra berangkat dengan sepeda tua.Ia sangat gembira mengayuh sepeda sejauh 5 km untuk menempuh ke sekolah.Sesampainya di sekolah ia sering menempelkan tulisan puisi yang ia buat di mading sekolah.Tiba-tiba ia membaca pengumuman yang berisi mengenai adanya perlombaan tulis puisi yang diadakan pada hari Sabtu,25 Maret 2012 di sekolahnya itu.Zitra bersemangat menuju kelasnya.Ia menceritakan itu kepada teman sebangkunnya,Belia doa kan aku yaa? Aku berharap bisa memenangkan perlombaan itu,karena hadiahnya sebesar 1 juta”ucap Zitra dengn gembira” Wah!!! Pastinya dong aku selalu mendukunmu kawan”ujar Berlin degan penuh perhatian” Soalnya kalo aku menang akan aku gunakan untuk biaya pengobatan ibuku “kata Zitra sambil membuka tasnya yang lumayan kucel itu”.
Tak beberapa lama , bel lonceng berbunyi.Zitra dan kawan-kawanya bersiap untuk belajar, jam pertama bagian Bahasa Indonesia.Zitra sangat menyukai pelajaran ini karena ada hubunganya dengan puisi.Di kelasnya ia termasuk murid yang pandai dan aktif , bahkan banyak temn-temanya yang kagum padanya kecuali Miranda karena ia merasa iri hati dan tertandingi.Mereka belajar Bahasa Indonesia dengan penuh semangat.Setelah pelajaran Bahasa Indonesia berakhir , Zitra dan teman-temanya melanjutkan pelajaran yang lain hingga usai.
Teng...teng..teng menunjukan semua pelajaran berakhir , sehingga membuat anak-anak itu bersorak riang.Sepulang sekolah Zitra sering menabung di koprasi siswa.Setiap ke sekolah ia jarang membeli makanan disekolah sehingga ia bisa menabung.Kemudian ia pulang dengan mengayuh sepeda tuanya itu.Ia bersemangat untuk memberikan kabar tentang adanya perlombaan puisi pada hari sabtu.Biasanya setelah dirumah bukanya Zitra bersantai , tetapi ia suka mengurus dan menjaga ibunya sampai ayahnya pulang.9 jam Zitra dirumah sambil menjaga ibunya , tiba-tiba ayahnya datang dengan membawa 3 bungkus nasi, bagi keluarga Zitra nasi bungkus yangt berisi nasi,tempe serta tumis-tumisan sudah merasa nikmat dan cukup.Setelah itu ia beranjak menuju kamarnya untuk beristirahat.Esoknya Zitra bangun pukul 03.00 pagi dimana waktu yang sangat berguna untuk melakukan shalat sunnah tahajud, Ia selalu mendoaakan ibunya agar bisa sembbuh dari penyakit yang di deritanya.fajar di ufuk timur mulai muncul menandaakan telah siang, sebelum berangkat ia selalu membantu ayahnya memasak dan pekerjaan lainya.
Tak terasa hari sabtu telah tiba dimana hari yang ditungu-tunggu oleh Zitra.Seperti biasa Zitra selalu berangkat dengan sepeda tuanya itu.kemudian ia mendaftarkan diri kepada panitia dan ia segeram masuk ke ruangan untuk mengikuti lomba itu.2 jam ia berada didalam ruangan tersebut untuk menulis puisi yang indah dan bagus.begitu selesai ia keluar dan menungguh hasilnya.Zitra merasa lelah sambil istirahat ia selalu bertanya-tanya didalam hati ‘siapakah yang menang” berkali-kali ia ucapkan dalam hati.Beberapa lama kemudian panitia menyuruh para peserta untuk masuk ke ruangan dan ia membacakan hasil pengumumanya “bahwa pemenang tulis puisi pada tahun 2012 dimenangkan oleh Zitra dai kelas 9E” ucap panitia dengan lantang” lalu ia merasa gembira dan bersujud.
Siang hari yang panas Zitra mengayuh sepeda tua dengan cepat.Di perjalanan ia merasa gembira dan ingin segera memberitahukan kepada orang tuanya.Ketika ia tiba dirumah kontrakanya ia terasa bingung loh!!! Kok banyak orang dirumahku , ada apa ya?”ucap Zitra dengan rasa penasaran” Ia segera masuk ke dalam rumah ternyatya ia melihat ibunya terbaring di kasur dan di kelilingi  oleh para tetangganya yang sedang mengaji , Ia sadar bahwa ibunya telah tiada.Zitra segera menghamiri ayahnya yang sedang berta’ziah “Ayah kapan ibu pergi ? “tanya Zitra sambil meneteskan air matanya” Namun ayahnya hanya berdiam sambil menahan tangis ayahhhh....ayah serius yah kapan ibu meninggalkan Zitra? Kenapa ia tidak bilang jikalau pergi  padahal aku sudah memenagkan perlombaan ini dan hadiahnya untuk biaya pengobatan ibu ayah”tanya kembali sambil menangis dan lantang” Sabar nak! Ini mungkin sudah takdir kita harus menerimanya dengan ikhlas  “Ucap Ayahnya dengan menasehati Zitra” Insyaalloh ayah “Jelas Zitra”.
1 hari berlalu setelah kepergian ibunya , mereka merasa kesepian karena ada yang kurang dan tidak seperti biasanya.Meskipun Zitra telah kehilangan orang yang disayanginya ia tetap tegar dalam menghadapinya.Kemudian ia memulai kembali menjalankan aktivitasnya itu seperti sekolah.Walau ibunya tiada dia tetap merasa snyum dihadapan kaan-kawanya dan tidak ingin menampilkan kesedihanya didepan semua orang karena takut dibilang alay.Ketika Zitra pulang ke sekolah ia  membuka pintunya dan merasa kaget karena melihat ayahnya yang sedang duduk bersedih dan menundukan kepalanya.Ayah kenapa gak kerja? “tanya Zitra” Ayah sudah tak bekerja lagi nak”ucap Ayah” loh kenapa ayah? “tanya kembali’ Ayah di fitnah akan mencuri oleh manager pabrik , ya sudah mau bagaimana lagi”kata ayah Zitra dengan panjang lebar”Ohiya ayah , Zitra punya ide nih! Bagaimana kalo kita berdua membuka usaha nah modalnya dari barang bekas dan kita bisa bebas membuat kerajinan sesuai kreativitas kita ? “ajak Zitra’ OK! Ayah sangat setuju”
Akhirnya mereka membuka usaha tersebut hingga setelah berbulan-bulan usaha kini hidupnya tida terbebani lagi dan merasakan kehidupan yang bahagia.
---TAMAT---

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...