Tampilkan postingan dengan label Puisi-Ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi-Ku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2012

Puisi Ungkapan Hati "Dengarlah Wahai Diri"


Dengarkan wahai diri
Jarum waktu terus berputar
Hingga ku bisa membuka semuanya.
Ku membuka hati dengan ,
Luas dan terbuka.

Namun setelah seabad lamanya
Membuka hatiku yang jenuh.
Tak ada sahabat terindah
Seindah bunga mawar.

Tuhan , aku ingin mempunyai
sahabat hati,yang setia menemani.
Tak ingin hatiku kesepian
Tak ingin seperti patung.

Hingga akhirnya kutemukan
Sahabat hati yang indah.
Hatiku senang tak menentu
Sangat ingin bersahabat denganya.

Oh ! apa yang terjadi ?
Tak kusangka dia mengejar
Sahabat hati seperti bidadari.
Cantiknya tak ada yang melebihi.

                                                         Entahlah! Dia pun menginginkanya
Dia mengharapkanya .
Namun hal yang sama terjadi ,
Semuanya hanya harapan semu.
Karena hati indah itu terbang
Bersama kawanya.

Wow ...tak kusadari
Sungguh indah perjalanan hati ini
Mengapa semua menimpaku?
Hatiku kini telah rapuh.

Oh tuhan! Bukakanlah hatinya.
Untuk menemani hatiku
Yang kesepian ini.
Temani aku dalam sekejap
Aku ingin merasakan hal
Yang palin indah dalam hidup ini.

Namun semuanya kalbu.
Bagiku hanya epilepsi yang kudapat
Tak ada harapan terindah
Setetes air mata.

Walau semuanya terjadi,
Hatiku hanya menangis
Tersedu-sedu teringat sebuah
Harapan yang kalbu.
Andai hati bisa bicara
Tak akan kupendam.
Adai semuanya tak rapuh
Pasti tak akan ada
Berkas-berkas hati yang pudar.

Jumat, 16 Maret 2012

Puisi "Tentang Perasaan"


Tentang Perasaaan
Karya : Qurrata A’yuni


Terdiam dalam hati , menjerit tak menentu.
Memendam perasaan,indahnya sinar aurora.
Ingin hatiku terbang dilangit yang cerah.
Ingin kugapai indahnya sinar bintang.

Ku alunkan perasaaan itu dengan merdu.
Suara hatiku yang terpendam.
Namun tak terdengan indahnya sayup itu.

Indahnya perasaan yang gagal ku ungkapkan.
Perasaan indahku menjadi kalbu.
Tinggalah butiran-butiran abu.
Tak ada kenangan terindah.

Gundah gulana menerkam hatiku.
Pikiran kacau tak menentu,
Layaknya sabut kelapa.

Andaikan perasaan itu ,
Terungkap dengan sempurna ,
seindah bola salju.
Pasti  perasaan indahku tak akan layu.
Bagiku kini tinggalah kepingan hati ,
Yang hangus terbakar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...